Pendita Durna adalah guru bagi Pandawa dan Kurawa. Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan atau Atasangin dengan Dewi Kumbini. Ia mempunyai saudara seayah se-ibu bernama Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani.
Pemuda Kombayana pergi meninggalkan tanah kelahirannya untuk mencari pengalaman, dan kepergiannya tidak semudah yang dibayangkan.
Ketika ia tersandung samodera luas, ia tidak mampu untuk berenang, lalu ia bersumpah, “Siapa yang bisa menyeberangkan aku, jika laki-laki akan kujadi- kan saudara dan jika perempuan akan kujadikan istri.”
Tak lama berselang, datang seekor Kuda yang bisa berbicara, bernama Wilutama, kuda itu sanggup menyeberangkan Kombayana. Dan ternyata Wilutama adalah wanita, dan Kumbayana pun menikahinya. Yang ternyata Wilutama adalah seorang Bidadari dari kahyangan. Perjalanan itu mengantar ia sampai ke Astina, dan Kumbayana yang ganteng menjadi rusak badannya karena dihajar Gondomana disebabkan dihadapan kakak seperguruannya tidak ada rasa hormat.
Resi Durna berwatak tinggi hati, sombong, congkak, banyak bicaranya, tetapi kecakapan, kecerdikan, kepandaian dan kesaktiannya luar biasa serta sangat mahir dalam siasat perang.
Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah kaprajuritan, Durna di- percaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. Ia mempunyai pusaka sakti bernama Cundamanik dan Panah Sangkali, yang kemudian Panah Sangkali diberikan kepada Arjuna muridnya yang juga diajarkan olah memanah olehnya.
Resi Durna menikah dengan Wilutama, memiliki seorang putra bernama Bambang Aswatama. Aswatama bersama Begawan Durna mengabdikan diri- nya di Astina.
Ia berhasil mendirikan Padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada.
Dalam perang Bharatayuda Resi Durna diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa, Resi Durna gugur di medan pertempuran. Ia gugur dari tangan Drestajumena, putra Prabu Drupada. Konon kematian Resi Durna akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parang Gelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestajumena.
sm :
Post a Comment for "TOKOH PEWAYANGAN YANG SANGAT MAHIR DALAM SIASAT PERANG - PENDITA DURNA"
Add your message to every single people do comment here