Dewa Ruci adalah seorang Dewa. Dewa Ruci mempunyai wujud dan bentuk sebagai dewa kerdil. Tokoh Dewa Ruci hanya ada dalam lakon pedalangan Jawa. Dewa Ruci hanya akan ditampilkan saat Bima atau Werkudara, putra kedua Pandawa anak Pandu, raja negara Astina. Dewi Kunti adalah ibunya. Ia mendapat perintah Resi Durna untuk mencari Tirta Amarta atau air kehidupan yang sering disebut Perwitasari.
Dengan kesaktiannya, Dewa Ruci yang kerdil itu tubuhnya dapat dimasuki tubuh Bima yang besarnya beberapa kali lipat dari tubuhnya. Ketika Bima masuk ke dalam tubuhnya, Bima masuk melalui lubang telinga, begitu kaget Bima, karena di dalam tubuh Dewa Ruci, Bima dapat melihat segala persoalan hidup, semua adalah petunjuk Dewa Ruci.

Dewa Ruci juga merupakan satu-satunya makhuk yang dapat membuat Bima, orang yang selama hidupnya tidak bisa berlutut kepada siapapun, mendadak berlutut dan bersimpuh menyembah kepadanya.
Kepada Bimalah, Dewa Ruci memberikan wejangan dengan menjabar- kan tentang Ilmu Sangkan Paraning Dumadi, juga Ilmu Kasampurnan. Ia banyak menguraikan masalah kebenaran sejati, tentang hakekat dan tujuan hidup yang sebenarnya.
Dimana Sangkan Paraning Dumadi merupakan asal muasal tujuan ke- hidupan. Tujuan hidup untuk menuju tataran manunggaling Kawula Gusti.
Dalam hal ini termuat dalam amanat ajaran konsepsi manusia dengan Tuhan, dengan amanat bagaimana manusia akan kembali kepada Tuhan, untuk menuju kasampurnaning urip. Dengan uger paugeran hidup yang benar, serta jujur, tawakal dalam melakoni kehidupan.
Berkat ajaran Dewa Ruci, Bima menjadi satria yang berbudi luhur, dapat membedakan antara hak serta kewajiban, mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah yang harus dihindari. Bima tidak boleh sombong dalam menjalani peri kehidupan. Mengatakan sesuatu wajib dilandasi atas dasar kebenaran. Berperilaku arif serta biaksana, tidak pilih kasih kepada sesama. Semua dijalani dengan hati tulus serta suci. (Bagong Soebardjo)
Sumber : Buku Mengenal 30 Tokoh Wayang dalam 10 Lakon
kerdil tuh kecilkan
ReplyDelete